Postingan

KAWRUH URIP SEJATI, KAJIAN UTTAMOPADESA

Gambar
Kawruh Urip Sejati dan Uttamopadesa. Kawruh Urip Sejati merupakan kajian tentang kehidupan yang berusaha melihat manusia bukan sekadar sebagai makhluk yang menjalani kelahiran, pertumbuhan, pekerjaan, hubungan sosial, dan kematian. Di balik seluruh perjalanan tersebut terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: apa sejatiné urip, sapa sejatiné diri manusia, dan bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupannya? Dalam kerangka Uttamopadesa , pertanyaan tersebut tidak dijawab hanya melalui teori. Kawruh tentang kehidupan harus diwujudkan dalam laku. Pengetahuan yang tidak mengubah cara berpikir, merasakan, dan bertindak belum dapat disebut sebagai kawruh yang benar-benar hidup. Karena itu, Kawruh Urip Sejati dalam kajian Uttamopadesa memiliki hubungan erat dengan usaha memahami Kawruh Sejati , Kawruh Kasunyatan , serta proses membersihkan cipta , rasa , dan karsa . Kawruh Sejati menjadi penerang, sedangkan Kawruh Kasunyatan merupakan usaha manusia untuk mendekati kenyataan melalui pengal...

UTTAMOPADESA, NAWA TATARANING PANGURIPAN

Gambar
NAWA TATARANING PANGURIPAN JANMA. (Sembilan Prinsip Memahami Kehidupan dalam Kawruh Sejati Uttamopadesa) Pendahuluan. Dalam Kawruh Sejati Uttamopadesa , kehidupan manusia tidak dipandang hanya sebagai keberadaan tubuh, pikiran, atau perasaan semata. Manusia merupakan satu kesatuan yang memiliki berbagai tataran kehidupan, mulai dari yang paling kasatmata hingga lapisan yang semakin dalam menuju pemahaman terhadap Kasunyatan Langgeng. Pemahaman terhadap tataran tersebut bukan sekadar pengetahuan untuk menambah wawasan, melainkan menjadi tuntunan untuk memperbaiki diri melalui ngresiki cipta, ngeningaken rasa, ngukuhaken karsa, dan ngluhuraken budi. Nawa Tataraning Panguripan Janma karena itu dapat dipahami sebagai sembilan prinsip untuk membaca perjalanan manusia secara utuh. Kesembilan tataran tersebut saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Dari raga sebagai sarana menjalani kehidupan, manusia bergerak menuju pengolahan daya hidup, rasa, cipta, jati diri, kebijaksanaan batin...

UTTAMOPADESA, NAWA BRATA WISESA

Gambar
Pendahuluan: Jiwa Kepemimpinan yang Ideal. Kepemimpinan pada hakikatnya bukan sekadar kemampuan untuk mengatur orang lain, mengambil keputusan, atau menduduki suatu kedudukan tertentu. Kepemimpinan yang sejati berawal dari kemampuan seseorang untuk memimpin dirinya sendiri. Sebelum mampu memberi arah kepada orang lain, seseorang perlu memiliki kejernihan dalam berpikir, keteguhan dalam memegang nilai, kematangan dalam mengendalikan rasa, serta kesanggupan mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang dilakukan. Dalam kerangka Uttamopadesa , kepemimpinan dapat dipandang sebagai bagian dari laku kehidupan yang berhubungan erat dengan pembentukan manusia. Seorang pemimpin ideal bukanlah manusia yang merasa lebih tinggi daripada orang yang dipimpinnya, melainkan seseorang yang mampu menjadi teladan dalam sikap, ucapan, dan tindakan. Kekuasaan tanpa kejernihan batin dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan, sedangkan kewenangan yang disertai kebijaksanaan dapat menjadi sarana untuk mencipta...

MEMAHAMI HIDUP, MEMAHAMI KEMATIAN

Gambar
“Jatiné pati ora bakal cetha, yen jatiné urip isih peteng ing pamawas. Mangerteni pati iku wiwit saka mangerteni urip, amarga pati ora bisa dipisahake saka lakuning urip.” - Kawruh Sejati - Pendahuluan. Kematian merupakan kenyataan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Setiap manusia yang lahir pada akhirnya akan berhadapan dengan batas kehidupan yang disebut kematian. Namun, meskipun kematian merupakan sesuatu yang pasti, manusia tetap sering memandangnya sebagai sesuatu yang penuh misteri. Banyak orang ingin mengetahui apa yang terjadi setelah kematian, tetapi tidak selalu menyadari bahwa pertanyaan mengenai kematian seharusnya dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah manusia memahami kehidupan yang sedang dijalaninya? Dalam kerangka Kawruh Sejati , pertanyaan tersebut menjadi sangat penting. Kawruh Sejati bukan sekadar pengetahuan tentang sesuatu yang berada di luar diri manusia, melainkan usaha untuk memahami kenyataan sebagaimana adanya, termasuk memahami ...