Postingan

Menampilkan postingan dengan label serat

SERAT NAWA PANGESTU

Gambar
Sembilan Prinsip Kawruh Sejati lan Lampahing Urip Pendahuluan. Kawruh Sejati tidak semestinya berhenti sebagai pengetahuan yang indah di dalam pikiran, apalagi menjadi bahan untuk membangun kebanggaan diri. Kawruh yang benar seharusnya mempunyai daya untuk mengubah cara seseorang memandang kehidupan, mengendalikan cipta, menata rasa, mengarahkan karsa, dan pada akhirnya menghadirkan perubahan nyata dalam perilaku. Karena itu, pengetahuan yang tidak pernah turun menjadi laku masih perlu dipertanyakan kedalamannya. Serat Nawa Pangestu merupakan rumusan sembilan prinsip yang menempatkan Kawruh Sejati dalam hubungan langsung dengan kehidupan. Pangestu di sini bukan sekadar pengharapan atau pujian, melainkan tuntunan agar manusia mampu menimbang pengetahuan, menguji pandangan, dan membuktikan apa yang diyakininya melalui laku yang nyata. Dasarnya sederhana tetapi sangat mendasar: jangan menganggap sejati sesuatu yang masih berupa dugaan, jangan menuntun orang lain dengan pandangan yang bel...

NAWA PANGAWIKANING DHIRI

Gambar
SEMBILAN TAHAP PENGENALAN DIRI (Pengetahuan tentang Hakikat Diri) Pembuka. Setiap manusia memiliki keinginan untuk mengenal dirinya sendiri. Namun, dalam banyak pemahaman, pengenalan diri sering kali hanya dibatasi dengan pertanyaan, “Siapakah aku sebenarnya?” Atau dengan mencari jawaban melalui angan-angan dan pertimbangan pikiran. Menurut Kawruh Uttamopadesa, hakikat diri tidak dapat ditemukan hanya melalui pemikiran, tetapi harus lahir dari laku membersihkan diri dan menyelaraskan kehidupan dengan Tatananing Panguripan. Oleh karena itu, Sembilan  Tahap Pengenalan Diri tidak menjadikan Jatining Dhiri sebagai awal dari ajaran, melainkan sebagai buah laku yang dicapai setelah manusia menjalani kehidupan dengan teguh dan jernih. Jatining Dhiri bukan sekadar pengetahuan yang hanya dipahami, tetapi menjadi cahaya yang tumbuh dari perubahan cipta, rasa, karsa, dan laku. Laku pengenalan diri dimulai dengan mengamati keadaan raga, kemudian menyadari gerak indriya, cipta, rasa, dan kars...